Langkah Pembagian Keuntungan Dalam Franchise Dan Tips Terjun Ke Dunia Franchise

Bisnis franchise sudah ada sejak lama di tengah masyarakat. Kemunculannya seperti jamur yang jatuh satu tumbuh seribu. Banyak hal menarik dalam dunia franchise. Terlebih lagi pembagian keuntungan dalam franchise. Hal tersebut yang menyebabkan banyak orang memilihnya.

Franchise sering muncul dalam bidang makanan dan minuman. Bisnis tersebut tak lekang oleh waktu. Semakin cepat melakukan ekspansi, bisnis franchise akan semakin berkembang dan mendapat keuntungan yang maksimal. Berikut adalah ulasan berkaitan dengan pembagian keuntungan di bisnis satu ini.

Langkah Pembagian Keuntungan

Pembagian keuntungan di dalam bisnis satu ini memiliki sistematika atau langkah yang perlu dipahami terlebih dahulu. Tidak serta merta membagi keuntungan tanpa ada dasar. Pembagian keuntungan dalam franchise memiliki langkah sebagai trik untuk mencapai keuntungan yang maksimal. Berikut adalah penjelasannya.

1. Kenali Franchise Fee

Poin pertama ini, kita akan mulai mengenal istilah franchisor dan franchisee. Franchisor adalah pemilik utama bisnis franchise, sedangkan franchisee adalah orang yang bersedia mengembangkan bisnis franchise dari pemilik utama. Kedua istilah tersebut akan sering digunakan dalam ulasan kali ini.

Franchise fee adalah bentuk penghargaan dari franchisee kepada franchisor karena berkenan untuk berbagi ilmu mengenai bisnisnya. Franchisor tidak perlu mengharuskan franchisee untuk menyerahkan hal ini. Jika diharuskan, maka franchisee meringankan biaya yang dikeluarkan franchisor. Contoh biaya tersebut adalah untuk rekruitmen dan pembukaan gerai.

2. Kenali Royalty Fee

Royalty fee merupakan pendapatan utama franchisor karena hal ini sudah merupakan kesepakatan sejak awal dimana diambil dari sekian persen pendapatan yang didapat oleh franchisee. Jika terjadi penundaan, maka dengan terpaksa bisnis yang dijalankannya harus ditutup. Penundaan pembayaran royalty fee sering terjadi karena perlu mengumpulkan bukti yang sesuai terlebih dahulu.

Ada pengenaan pajak final sebesar 15%, sedangkan di franchise fee juga dikenakan PPN sebesar 10%. Royalty fee lebih bersifat wajib daripada franchisee fee bukan berarti hal tersebut memberatkan franchisee. Jika kedua belah pihak melakukan transparansi satu sama lain, maka tidak akan terjadi kendala yang menyulitkan masing-masing pihak.

3. Pendekatan Customer Oriented

Pendekatan ini digunakan pada pembagian keuntungan dalam franchise. Customer adalah pelanggan, orang yang dituju, atau sasaran pengguna produk franchise yang dijalankan. Pendekatan customer oriented perlu diperhatikan karena menentukan siapa yang akan membeli apa yang dihasilkan dari bisnis franchise yang dijalankan.

Customer oriented juga harus dilihat dari sisi wilayahnya. Budaya yang berkembang di wilayah tersebut menentukan bagaimana mengolah pendekatan satu ini. Hal ini nantinya juga mempengaruhi franchise fee dan royalty fee yang didapat.

4. Pendekatan Market Oriented

Pendekatan ini perlu membandingkan dari bisnis yang dibangun oleh orang lain. Perbandingan franchise fee dan royalty fee yang digaris bawahi. Market yang berarti pasar memang menuntut kita untuk melihat keadaan sekitar. Untuk itu, lihatlah pesaing di sekitar kita. Bisnis franchise tidak susah untuk ditemui di antara masyarakat.

Dengan kemudahan dalam mengidentifikasi pasar, maka dengan mudah pula kita dapat melihat harga yang ditetapkan oleh pesaing. Perbandingan ketetapan harga memacu kita untuk berusaha mengambil hati masyarakat. Seimbangkan harga yang ditentukan dengan keunikan produk franchise yang dimiliki.

5. Pendekatan Cost Oriented

Pendekatan satu ini menjadi hal yang penting juga. Diperhitungkan secara teliti agar tidak terjadi ketimpangan pengeluaran dan pemasukan yang didapat nantinya. Mulai dari biaya pembukaan gerai, biaya rekruitmen, biaya pemasaran, dan lain sebagainya dicatat secara detail dan dilengkapi dengan penjelasan singkat agar semakin jelas perhitungannya.

Perhitungan franchisee fee dan royalty fee juga dijelaskan pada pendekatan satu ini. Dengan memperhatikan pendekatan sebelumnya, maka biaya sekecil apapun seharusnya tidak terlewat. Penetapan harga jual produk bisnis franchise dibahas juga dengan poin ini. Setidaknya selama proses jalannya bisnis, modal awal yang dikeluarkan bisa ditutupi secara perlahan.

6. Bentuk Bagi Hasil Keuntungan

Pembagian keuntungan dalam franchise yang perlu dipahami adalah mengenai sistematika bentuk bagi hasilnya. Sebenarnya polanya sangat sederhana. Biasanya tergantung dengan kesepakatan kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan jika terjadi risiko bisa dicari solusinya bersama.

Biasanya, saat awal kesepakatan ada pembayaran dana. Hal tersebut digunakan untuk membeli bahan atau produk yang akan dijual dalam bisnis franchise. Terdapat jangka waktu pembagian keuntungan seperti bulanan, triwulan, dan tahunan. Nantinya ketentuan mengenai hal ini tertulis di dokumen yang sah dan dimiliki kedua belah pihak.

7. Patokan Besar Pembagian Keuntungan

Hal terakhir yang perlu digaris bawahi untuk memahami sistematika pembagian keuntungan dalam franchise adalah mengenai patokan besarnya. Sebenarnya, tidak ada patokan khusus dalam pembagian keuntungan. Semuanya dikembalikan kepada kesepakatan yang terjadi.

Antar pebisnis franchise yang tidak sejenis memiliki patokan besaran yang berbeda. Perhitungan pajak dan pendekatan yang sudah dijelaskan di atas menjadi bahan pertimbangan franchisor dan franchisee untuk berusaha bersifat adil. Faktor utamanya yang membuat patokan pembagian keuntungan semakin besar adalah branding dari produk bisnis franchise yang dipilih.

Tips Terjun Ke Franchise

Poin ini berada di tengah-tengah poin yang lain karena untuk mengingatkan semata bahwa sebelum melangkah jauh pada sistematika pembagian keuntungan dalam franchise. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih bisnis ini. Di mulai dari pemilihan produk, brand, atau merk dagang. Pilihlah yang keadaannya sudah stabil sehingga investasi bisnis bisa terjamin

Produk yang dipilih juga harus berjangka panjang. Dalam arti lain, menjadi kebutuhan wajib seperti sembako. Pilih mitra yang memiliki manajemen yang sudah terbilang baik. Menjadi hal yang lebih tepat, jika memilih produk franchise terkenal sekalipun royalty fee yang ditentukan lebih mahal karena dengan begitu hasil keuntungannya juga mencapai titik yang sepadan.

Pelajari dan ketahui apa itu franchise dari siapapun. Franchise tidak kalah dengan jenis bidang bisnis lainnya. Franchise pada umumnya disebut juga dengan bisnis waralaba. Melakukan investasi ke dalam bisnis ini merupakan hal yang tepat. Apalagi turut mengembangkannya sebagai pelaku bisnisnya.

Ulasan di atas menjelaskan sistematika pembagian keuntungan dalam franchise. Sebagai pebisnis franchise harus jeli dalam melihat peluang yang ada. Franchise tetap membutuhkan strategi yang kuat untuk meraih keuntungan yang maksimal. Tanpa adanya pengetahuan dasar tentang franchise, maka bisnis yang dilakukan bisa hancur.

No Response

Leave a reply "Langkah Pembagian Keuntungan Dalam Franchise Dan Tips Terjun Ke Dunia Franchise"