Menemukan Bisnis Autopilot yang Aman untuk Jangka Panjang

0
207

Sangat bisa dipahami. Banyaknya kasus penipuan berkedok bisnis autopilot, banyak orang akhirnya menganggap semuanya itu penipuan. Padahal tidak.

Sebenarnya, apakah Anda tahu apa itu yang dimaksud dengan bisnis autopilot? Ini yang perlu semua orang ketahui. Dengan memahami artinya, maka Anda dan banyak orang lainnya tidak perlu tertipu.

Apa Itu Bisnis Autopilot?

Banyak orang yang ingin sekali memiliki bisnis yang tanpa kehadiran mereka, bisnis bisa jalan. Setidaknya itu gambaran sederhana apa yang dimaksud dengan bisnis autopilot.

Apakah itu mungkin terjadi? Apakah itu ada?

Tentu saja ada. Dan banyak sekali contohnya. Lihat saja minimarket dengan nama yang sama yang tersebar di berbagai kota. Apakah pemilik minimarket hadir di semua minimarket tersebut? Tentu saja tidak.

Mau contoh bisnis autopilot lainnya? Anda pasti tahu bisnis travel. Apakah pemilik travel harus menjadi supir semua mobil travelnya? Tentu saja tidak.

Makanya, sebenarnya bisnis yang jalan sendiri tanpa pemiliknya harus selalu hadir itu mungkin. Dan sudah ada buktinya.

Yang harus dipahami adalah bagaimana sistem dibuat sehingga bisnis berjalan autopilot. Ini yang tidak banyak orang pahami.

Mengapa Banyak Yang Tertipu dengan Bisnis Autopilot

Lalu, pertanyaannya selanjutnya adalah mengapa banyak orang yang tertipu dengan bisnis autopilot? Jawabannya sederhana. Kebanyakan dari mereka ingin cepat sukses dan cepat kaya.

Lihat saja. Penipu tahu persis bagaimana susahnya mencari pekerjaan. Bahkan, tidak sedikit pengangguran merupakan orang yang lulus universitas. Ini menjadi celah tersendiri bagi mereka untuk menawarkan bisnis yang menggiurkan. Bisnis yang bisa membuat mereka cepat kaka.

Di sisi lain, tidak jarang juga orang yang jenuh dengan pekerjaan yang selama ini mereka jalankan. Mereka harus pergi ke kantor dari pagi pulang sore bahkan malam hari. Penghasilan tetap. Tabungan tidak bertambah.

Mereka juga target para penipu bisnis autopilot. Bisa juga Anda target mereka. Jadi, keinginan untuk cepat kaya dalam waktu yang singkat tanpa harus berkeringat menjadi penyebab banyak orang tertipu dengan bisnis semacam ini.

Maka dari itu, agar Anda tidak menjadi korban selanjutnya, Anda harus tahu seperti apa bisnis autopilot. Bagaimana sistem harus dibuat sehingga bisnis bisa jalan tanpa harus ada kehadiran Anda di sana.

Bangun Sendiri Bisnis Autopilot Anda

Sebenarnya, setiap orang bisa membangun bisnis autopilot sendiri. Yang diperlukan adalah memahami sistem yang bakal dijalankan.

Selain itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Faktor berikut ini sangat menentukan apakah bisnis yang Anda jalankan bisa autopilot atau tidak.

Supply Chain Bebas Risiko

Apa itu supply chain? Ini adalah rantai pasokan. Setiap bisnis, tentu butuh bahan atau pasokan utama. Entah bersifat fisik atau non fisik. Contohnya yang fisik adalah jika Anda jualan barang. Anda jualan sembako. Otomatis Anda butuh pasokan dari petani, misalnya. Yang non fisik, misalnya saja usaha jasa pembuatan baju. Anda harus memiliki tenaga penjahit.

Nah, pertanyaannya adalah apakah supply chain bisnis Anda bebas risiko? Apakah Anda bisa pastikan supply chain bisnis Anda selalu ada? Jika ya, maka Anda bisa membuat bisnis Anda autopilot.

Di sisi lain, jika supply chain tidak pasti, maka Anda harus tetap hadir di bisnis Anda. Bisnis tidak bisa Anda jalankan kecuali Anda harus ikut serta.

Untuk itu, dalam menjalankan bisnis, Anda harus pastikan rantai pasokan stabil. Setidaknya faktor risiko mencapai 90%. Jadi, hanya 10% saja kemungkinan bisnis Anda tidak bisa autopilot. Artinya, Anda mungkin harus terjun tapi prosentasenya hanya 10%. Kemungkinan 10% terjadi terjadi sangat kecil, bukan?

Memiliki LVT Tinggi

LVT singkatan dari life time value. Artinya, bisnis Anda bisa dijalankan dalam kurun waktu yang panjang. Bukan pendek. Contohnya saja, Anda menjalankan sebuah bisnis yang sistemnya tidak beli putus. Jadi, sekali Anda membuat deal, Anda mendapatkan income hingga 1 tahun atau bahkan lebih.

Misalnya saja, Anda menjalankan bisnis jasa. Dan jasa tersebut Anda berikan termasuk jasa perbaikan atau maintenance. Otomatis ada nilai atau keuntungan yang disertakan dalam deal. Pihak konsumen pasti lebih senang karena ada kepastian di masa yang akan datang. Di sisi lain, Anda mendapatkan keuntungan berupa penambahan profit karena adanya layanan maintenance secara berkala.

Model Bisnis B2B

Jika Anda berniat untuk membangun bisnis autopilot, sebaiknya model bisnisnya adalah B2B atau Business to Business. Artinya, Anda tidak melayani konsumen paling bawah melainkan pebisnis lainnya.

Contoh B2B adalah jualan produk grosiran. Anda jual produk tersebut kepada pebisnis. Bukan konsumen.

Sayangnya, tidak mudah memang untuk membuat model bisnis B2B. Anda harus memiliki jaringan yang kuat di kalangan pebisnis. Anda harus juga mampu meyakinkan pebisnis lain agar mau menjalankan bisnis dengan Anda. Setidaknya Anda bisa menunjukkan value kepada mereka sehingga mereka percaya dan akhirnya mau bekerjasama dengan Anda.

Bangun Tim

Setelah 3 hal tersebut di atas terpenuhi, selanjutnya adalah membangun tim. Ini syarat paling penting ketika Anda ingin membangun bisnis autopilot. Tidak mungkin bisnis Anda autopilot tanpa tim yang solid.

Sudah tidak zamannya lagi semua hal Anda kerjakan sendiri. Delegasikan hal-hal tertentu kepada tim. Rekrut orang terbaik untuk menjadi bagian dari tim Anda. Dengan demikian, Anda punya banyak waktu untuk memikirkan hal lain. Misalnya saja jalan-jalan sambil memikirkan pengembangan bisnis lainnya.

Ini sebenarnya inti dari membangun bisnis autopilot. Dengan memiliki bisnis dengan sistem autopilot bukan berarti Anda bebas jalan-jalan dan liburan. Tujuan utamanya adalah agar Anda punya ruang untuk memikirkan hal besar lainnya.

Buat SOP yang Rigit

Yang menjadi masalah adalah apakah tim bisa menjalankan bisnis Anda. Terkadang, bisnis menjadi kacau balau ketika Anda tidak menanganinya sendiri. Itulah mengapa banyak orang yang tidak percaya dengan bisnis sistem autopilot.

Padahal, itu bukan hal yang tidak mungkin. Asalkan ada tim yang solid dengan SOP atau standard operation system yang rigit dan jelas, maka bisnis autopilot bukan hal yang tidak mungkin.

Dengan adanya SOP yang jelas, setiap bagian tim tahu persis apa yang perlu dilakukan. Bisnis akan berjalan. Anda hanya perlu memantau saja.

Nah, masih tidak percaya jika ada bisnis sistem autopilot?

Memang banyak sekali bisnis autopilot penipuan. Namun, itu tidak akan menimpa Anda jika Anda tahu sistem seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Dalam hal ini, Anda bisa bangun sendiri. Namun, jika Anda tidak mampu membangun bisnis dengan sistem autopilot, Anda bisa bergabung dengan bisnis autopilot lainnya. Karena banyak juga yang butuh kolaborasi dengan pebisnis lain seperti Anda. Kolaborasi diperlukan untuk memperkuat sistem.

Silakan Anda tentukan sendiri. Yang pasti, bukan hal yang aneh di zaman yang serba canggih ini untuk memiliki bisnis autopilot.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here