Cara Menjalankan Bisnis Dengan Strategi Bisnis Model Canvas

0
235

Dalam dunia bisnis, strategi terus digencarkan. Salah satu strateginya adalah bisnis model canvas. Strategi tersebut hingga sekarang menjadi gandrungan pebisnis besar. Dengan menawarkan model yang menarik, model canvas memiliki banyak hal untuk dibicarakan.

Alexander Osterwalder menggagas adanya bisnis model canvas dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah kerangka sederhana untuk memetakan elemen-elemen penting yang terdapat dalam bisnis. Di bawah ini, mari ulas bagaimana menjalani bisnis dengan strategi tersebut.

1. Buat Customer Segment

Bisnis model kanvas adalah strategi dalam melakukan manajemen bisnis yang dimulai dengan mendesain, menggambar, lalu membuat suatu kerucut pokok bahasan. Model canvas menjadi alat pemetaan yang manjur untuk perkembangan dalam menjalani bisnis.

Terlebih dahulu, perhatikan bidang bisnis yang ingin dijalani. Target bisnis jangan hanya mengestimasi secara kasar. Buat segmentasi pelanggan dengan baik dan jelas agar produk atau jasa yang ditawarkan dapat berkembang sesuai yang diharapkan. . Dengan memberi nama online shop yang unik, customer segment akan semakin terjangkau luas.

2. Seimbangkan Value Proposition

Nilai tambah dalam hal ini akan membahas keunggulan produk atau jasa yang diperjualbelikan. Jabarkan kekuatan yang dimiliki dan temukan celah kesempatan yang menguntungkan di dalamnya.

Dalam menjalankan bisnis model canvas salah satu yang menarik adalah hal – hal yang mendukungnya. Hal – hal tersebut membentuk suatu elemen yang terbukti manjur. Terdapat sembilan elemen yang menjadi tanda tanya kecil di awal pembuatan bisnis model canvas. Setelah sembilan elemen ini terjawab, maka bisnis dapat segera dijalani.

3. Miliki Channels

Berbicara tentang media dalam berbisnis sudah banyak terlihat di depan mata sendiri. Di online shop sendiri, media yang digunakan adalah media sosial sendiri karena berbasis online. Ada lagi toko pakaian di masing – masing kota dan tentunya website yang menunjang aktivitas online dari bisnis ini.

Pada umumnya, contoh dari media adalah koran, majalah, media sosial, aplikasi, dan lain sebagainya. Channels juga disesuaikan dengan segmen terlebih dahulu.  Misalnya, jika yang dijual adalah pakaian anak – anak dan orang tua, segmennya adalah jenjang usia

4. Kembangkan Customer Relationship

Membuat bisnis model canvas diharuskan memikirkan bagaimana menarik di mata konsumen. Mulai dari bentuk kemasan dan pelayanan bisa menjadi langkah awal untuk menarik mata konsumen. Nilai tambah dari online shop yang homemade, ketelitian dalam pembuatan dan juga jelasnya sumber dari produk membuat konsumen akan lebih percaya.

Untuk meningkatkan hubungan kepada konsumen, bisa diambil contoh dari online shop yaitu dengan membuat  giveaway atau pemberian secara cuma – cuma. Diskon dan promo juga dilakukan untuk memperkuat hubungan dengan konsumen yang ada. Bahan yang dipakai sudah jelas pilihan yang terbaik.

5. Ciptakan Revenue Streams

Dalam model canvas, sistem kerja harus digambarkan secara detail. Saat proses transaksi dimulai, pebisnis dan konsumen tidak sama – sama bingung. Cara kerja yang sederhana dapat mempermudah pemahaman kedua belah pihak.

Sistem bisnis model canvas diantaranya adalah sistem reseller dan juga kunjungan langsung pada pusat pembuatan pakaian. Dengan cara seperti itu, keuntungan besar semakin terasa dekat.

6. Fokuskan Pada Key Activities

Pahami apa kegiatan bisnis yang akan dilakukan. Model canvas menyuruh pebisnis untuk menggambarkan secara jelas. Kegiatan inti bisnis bisa hanya mendistribusi atau sekaligus memproduksi.

Fokus disini misalnya kegiatan kuncinya adalah membuat model pakaian anak – anak dan orang tua yang nyaman dan menjadi favorit dalam waktu yang lama. Dengan  sering memperhatikan kabar terbaru yang berkaitan dengan pakaian, inspirasi model akan terus berdatangan dengan sendirinya.

7. Satukan Key Resources

Hal lain yang perlu digambarkan dalam model canvas adalah kunci dari sumber daya yang ada. Mulai dari orang di dalamnya hingga bahan yang digunakan harus dipikirkan dengan baik untuk menjalani model canvas secara maksimal.

Sumber daya yang ada di dalam online shop misalnya. Hal tersebut dimulai dari alat mesin jahit karena proses pembuatannya yang homemade. Di samping itu, ada gadget dan admin dari online shop itu sendiri.

8. Perluas Key Partnership

Kunci lainnya berkaitan dengan pihak lain. Mengenai kerjasama, model canvas mengajak untuk menggambarkan mitra yang strategis dalam perkembangan bisnis selanjutnya. Berbisnis harus sering melakukan kerjasama termasuk di model ini. Tentunya dengan pertimbangan yang tepat.

Jaringan bidang bisnis yang terluas adalah online shop. Sebut saja para artis yang bisa mempromosikan di akun instagram mereka, belum lagi para reseller, dan pihak lain yang berhubungan dengan pemilik online shop. Jaringan kerjasama yang terbentuk sudah terbayang begitu besar.

9. Susun Cost Structures

Terlepas dari bisnis apapun yang ingin dijalankan, pasti ada biaya yang dibutuhkan. Oleh karena itu, biaya yang jelas terlihat mata tempatkan pada urutan pertama dalam model canvas yang dibuat. Semakin jelas struktur biaya yang dibuat, semakin rapi pengelolaan keuangan bisnis yang ada.

Ambil contoh saja dari biaya yang dikeluarkan dalam usaha online shop bidang pakaian anak – anak dan orang tua adalah gaji pegawai penjahit, bahan pakaian, dan biaya pengemasan pakaian. Ada lagi biaya yang keluar dalam online shop yaitu biaya internet dan pulsa.

10. Siap Sedia Datangnya Resiko

Banyaknya resiko dalam bisnis membuat pebisnis harus siap sedia. Tantangan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tantangan yang paling berat adalah masuknya produk dari dunia internasional.

Model canvas dibuat untuk menghadapi tantangan yang ada. Kesederhanaan dan keefektifan dalam model canvas menawarkan strategi yang cukup bagus. Kelebihan lainnya adalah fokus , fleksibel, dan transparan.

Saat ini, bisnis model canvas sudah bisa diaplikasikan melalui program. Dulunya, pebisnis masih memerlukan kantor, papan, dan semacamnya. Kemudahan teknologi dan alat pembantu lainnya mempercepat perkembangan model canvas untuk membantu pebisnis menjalani transaksinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here