Tabloid Peluang Usaha

Pilihan Usaha yang Cocok untuk Anda yang Baru Terkena PHK

korban PHK

Apa yang harus dilakukan jika terkena PHK? Sebelum mengulas itu semua, ketahui bahwa PHK bukanlah akhir dari segalanya. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan uang pesangon. Meskipun demikian Anda juga harus memiliki strategi untuk bertahan hidup selama belum mendapatkan penghasilan.

Banyak sekali sektor kehidupan yang terkena dampak dari pandemi Virus Corona atau COVID-19. Salah satunya adalah banyak orang yang kena PHK. PHK untuk masa sekarang ini memang tidak bisa dihindarkan lagi. Tapi sekali lagi PHK bukanlah akhir dari hidup Anda. Oleh sebab itu, Anda harus tetap optimis untuk kembali bangkit.

Strategi Bertahan Hidup Setelah Terkena PHK

Kehidupan tidak selamanya berjalan mulus. Begitupun juga dengan pekerjaan. Jika perusahaan tempat Anda bekerja mengalami kegagalan melakukan aktivitas bisnis, maka kemungkinan besar Anda akan terkena imbas Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.

Siapapun pasti sepakat jika PHK adalah momok yang menakutkan bagi setiap pekerja. Tapi di sisi lain Anda sebenarnya masih tetap mendapatkan keuntungan, yakni uang pesangon PHK yang akan Anda terima.

Sebab berdaarkan UU Ketenagakerjaan No. 12 tahun 2003 pasal 156, untuk seseorang yang sudah memiliki masa kerja lebih dari 1 tahun, maka ketika di PHK akan mendapatkan uang pesangon minimal 2 bulan gaji.

Permasalahannya, uang pesangon menjadi sesuatu yang cukup menggiurkan untuk dihambur-hamburkan. Padahal pada kondisi ini Anda harus bisa bertahan hidup sebelum mendapatkan penghasilan kembali.

Alangkah lebih baiknya jika uang pesangon tadi digunakan secara lebih bijak dan cerdas. Nah, mungkin beberapa tips berikut ini bisa Anda praktikkan pada saat mendapatkan uang pesangon karena kena PHK.

  1. Turunkan gaya hidup

Hal paling penting yang harus segera dilakukan paska terkena PHK adalah menurunkan gaya hidup. Setelah itu segeralah untuk mencari sumber pemasukan baru. Anda harus ingat, berapapun uang pesangon yang Anda terima, lama kelamaan juga akan habis.

  1. Tabungan atau Deposito

Uang pesangon dalam bentuk tunai memang terlihat aman. Tapi sebenarnya memiliki risiko cukup besar. Utamanya jika Anda tidak bisa mengaturnya. Bisa jadi uang pesangon lebih cepat habis tanpa disadari. Ada baiknya untuk tidak mengambil uang pesangon dalam bentuk uang tunai.

Simpanlah uang pesangon yang Anda terima dalam bentuk tabungan atau deposito di bank. Strategi ini sangat cocok untuk Anda yang ingin bermain aman. Meskipun perkembangan uang tidak terlalu signifikan jika dibanding dengan investasi, tapi bisa dikatakan cara ini relatif lebih aman.

  1. Lunasi utang

Sebaiknya turunkanlah pengeluaran rutin bulanan maksimal 80% dari total gaji Anda ketika masih bekerja. Ini sudah termasuk bila ada cicilan KPR dengan total alokasi sebesar 48% dari pesangon. Ada baiknya untuk menyiapkan dana ini minial untuk 3 bulan.

Segera lunasi juga bila ada tagihan kartu kredit. Tapi jika ternyata dana tidak mencukupi, Anda bia menekan pokok utang dan cicilah seluruh utang kartu kredit sebesar 15% dari gaji saat Anda masih bekerja. Siapkan juga dana ini minimal untuk 3 bulan.

  1. Investasi

Sambil Anda terus berusaha mencari pekerjaan baru, mengalokasikan dana untuk kebutuhan sehari-hari, hingga mencicil utang, sebaiknya Anda mengalokasikan sebagian pesangon untuk investasi. Tujuannya agar uang pesangon tidak habis seketika untuk dikonsumsi.

Dalam hal ini Anda bisa menyisihkan paling tidak 15% dari pesangon untuk investasi jangka pendek, menengah, mapun panjang. Tergantung kebutuhan Anda. Pilihlah instrumen investasi yang menurut Anda paling tepat. Bisa investasi raksadana, emas, atau properti.

Investasi sangat berbeda dengan tabungan atau deposito yang hanya berbunga kecil dan tidak cukup untuk membendung laju inflasi. Investasi raksadana misalnya, yang bisa menghasilkan keuntungan yang lebih dari inflasi.

Meskipun demikian, ada satu hal penting yang harus diingat. Investasi memiliki prinsip risiko berbanding lurus dengan keuntungan. Artinya semakin kecil risiko, maka semakin sedikit pula keuntungan yang bisa didapatkan. Meskipun demikian, ada baiknya untuk mempelajari berbagai instrumen investasi sebelum memutuskan memilihnya.

Ide Bisnis Ciamik Setelah Kena PHK

Untuk Anda yang kena PHK, ingat jika masih ada banyak jalan lain untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Artinya jangan pernah berputus asa. Jika Anda tidak berminat lagi untuk bekerja di perusahaan, Anda bisa mulai merintis bisnis Anda sendiri.

Tapi yang perlu diingat adalah merintis bisnis memang tidak semudah kelihatannya. Para pebisnis yang sukses pastinya sudah melewati jalan yang berliku. Inilah 5 ide bisnis yang mungkin bisa Anda coba setelah di PHK dari tempat Anda bekerja.

  1. Kuliner Nusantara

Ada banyak sekali jenis kuliner nusantara yang dikonsumsi banyak orang setiap harinya. Tapi yang paling disukai dan sering dikonsumsi bisa dihitung dengan jari. Jenis kuliner ini mungkin bisa dikatakan sebagai kuliner tradisional yang hampir di setiap daerah banyak yang menjualnya.

Pertanyaannya, apa saja kuliner tradisional yang dimaksud? Nah, saat Anda di PHK, kenapa tidak mencoba untuk merintis usaha sendiri. Misalnya jualan bubur ayam, bakso, sate, nasi goreng, warteg, dan lain-lain.

  1. Kuliner Kekinian

Selain usaha kuliner tradisioanl, Anda jaga bisa membuka bisnis kuliner kekinian. Mulai dari makanan hingga minuman yang memang sedang booming di tengah-tengah masyarakat.

  1. Jasa PPOB

Teknologi yang semakin canggih, membuat bayar tagihan apapun tidak perlu datang lagi ke kantor atau loket resmi. Misalnya saja jika Anda ingin bayar tagihan listrik, PDAM, telepon, internet, BPJS Kesehatan, dan lain-lain, Anda tinggal bayar di tempat jasa Payment Point Online Bank atau PPOB ini.

  1. Freelancer

Usaha rumahan yang satu ini memang tidak membutuhkan produk untuk dijual, melainkan jasa keahlian. Jangan anggap remeh, ternyata penghasilan seorang freelancer bisa setara atau bahkan lebih besar dibanding pekerja kantoran.

Ada beberapa jenis pekerjaan freelancer yang bisa Anda pilih. Mulai dari penulis, desainer grafis, web desainer, editor, hingga kemampuan EO. Yang harus Anda ingat, menjadi seorang freelancer ada kelebihan dan kekurangannya.

Beberapa kelebihannya adalah memiliki waktu fleksibel dan tidak harus ke kantor. Semenatara itu untuk kekurangannya adalah gaji yang diterima setiap bulannya tidak merata. Selain itu sering terdistraksi ketika bekerja di rumah hingga tidak memiliki jaminan kesehatan seperti pekerja kantoran.

  1. Warung Grosir

Saat ini memang sudah cukup banyak minimarket yang menjual aneka produk kebutuhan sehari-hari. Meskipun demikian, kehadiran warung grosir masih tetap menjadi tujuan utama masyarakat.

Warung grosir merupakan tempat menjual aneka ragam kebutuhan yang pangsa pasarnya adalah warung-warung kecil yang siap menjadi pengecer. Dengan demikian, pangsa pasar antara minimarket dengan warung grosir sangatlah berbeda.

Hanya saja yang harus diperhatikan adalah membuka warung grosir butuh modal yang cukup besar. Selain itu, syarat warung grosir harus menyediakan lebih banyak produk yang akan dijual dibanding warung-warung kecil.

Sebenarnya masih cukup banyak jenis usaha yang bisa Anda pilih ditengah keterpurukan Anda ini. Apalagi kini media penjualannya pun bisa dilakukan secara online. Namun yang harus selalu Anda ingat di sini adalah hidup harus tetap jalan meskipun terkena PHK.

Exit mobile version